January 30, 2013

YATIM SERIBU PULAU

 PROFIL YATIM SERIBU PULAU (YSP)  

DSC_0369 YSP YSP1 YSP2 YSP4

Keluarga adalah merupakan sumber kasih sayang dan sumber ilmu, juga tempat berlindung bagi seorang anak. Keluarga bahagia senantiasa akan melahirkan anak anak yang penuh keceriaan (cerdas ,riang dan agamis) melihat latar belakang ini Kak Iman Surahman yang merupakan Direktur  Dongeng ceria management  mencoba membuat sebuah  keluarga baru bagi anak anak yatim dan dhuafa yang belum sempat mendapatkan kasih sayang dalam keluarga yang utuh

Melalui program Dongeng Ceria Jelajah Negeri yang di lakukan KaK Iman Surahman,   beliau bertemu dengan anak-anak asuhnya dan merasa iba serta  tergerak hatinya untuk membuat anak-anak tidak trauma pasca bencana yang terjadi di kampung halaman mereka.  Akhirnya  tercetus lah program “Yatim Seribu Pulau” .  Berbekal  pengalaman jelajah negeri sambangi anak Indonesia, dongeng ceria berusaha membuat pondok baru bagi anak yatim dan dhuafa sehingga mereka bisa berkumpul dan beratapkan genting bersama menjadi sebuah keluarga.

Tidak hanya anak-anak dari tempat bencana saja yang di kumpulkan Kak Iman , karena beberapa anak asuh beliau ternyata bukan dari tempat bencana namun berasal dari pulau kecil yang terpencil dan minim serta berada dalam keterbatasan sehingga adik-adik yang ada di pulau tersebut tidak bisa melanjutkan sekolah

Negara kita Indonesia  adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Program “Wajib belajar 9 tahun” suidah tersebar hingga di pulau-pulau kecil yang jumlah penduduknya kurang dari 500 KK, tetapi kemungkinan besar sarana dan fasilitas pendidikan juga sangat minim. Jika ingin mendapatkan sesuatu yang lebih mereka bisa mencarinya didaratan luas menyebrang keluar dari pulau, akan tetapi  Bagi mereka yang yatim dan Dhuafa hanya dua pilihan setelah lulus sekolah; Tetap di pulau atau meninggalkan pulau untuk menjadi pembantu rumah tangga di kota besar bahkan mungkin menjadi TKW di negeri orang. Melihat fenomena tersebut Dongeng Ceria Management (DCM) yang bergerak di bidang pendidikan dan social bekerja dengan keras untuk ikut serta menyelamatkan pendidikan generasi bangsa  yatim dan dhuafa pulau-pulau  terpencil di Indonesia.

Adik – adik yang tinggal di pondok YSP di mulai dari usia Balita hingga kuliah. Hingga saat ini sekitar 15 orang yang masih menuntut ilmu dan terdapat 6 orang sudah pulang ke kampung masing-masing untuk bekerja dan mengamalkan ilmu yang telah mereka dapatkan di sini.    setiap harinya adik-adik YSP   dibina dan dididik dengan  ilmu agama dan ilmu umum yang disiapkan khusus untuk bekal mereka ketika kembali ke kampung halaman  kelak.

Tujuan kak Iman mendirikan pondok yatim seribu pulau adalah untuk  tetap :

  • Terjalin silaturahim antara  masyarakat  muslim di daratan luas dan kepulauan kecil dan terpencil
  • Terciptanya keseimbangan  pendidikan  masyarakat pulau
  • Terpacunya motivasi untuk  semangat  dalam memperoleh ilmu agama dan umum sebagai bekel hidup untuk masa depan.

Jadwal Kegiatan Harian Adik-adik YSP

  • 03.00 – 05.15 WIB  bangun malam – tahajud – solat subuh berjamaah
  • 05.15 – 06.00 WIB  belajar pagi (dibimbing Guru)
  • 06.00 – 07.00 WIB  persiapan pribadi dan sarapan pagi
  • 07.00 – 10.00 WIB  sekolah bagi yang sekolah pagi, solat Dhuha
  • 10.00 – 11.30 WIB  istirahat,persiapan pribadi
  • 11.30 – 12.30 WIB  makan siang dan solat Dhuhur berjamaah
  • 12.30 –  17.30 WIB  sekolah SMK
  • 17.30 – 18.00 WIB  persiapan pribadi
  • 18.00 – 19.30 WIB  solat magrib berjamaah, belajar sore (dibimbing Guru)
  • 19.00 – 19.30 WIB  makan malam
  • 19.30 – 22,00 WIB  mutolaah (belajar bersama)
  • 22.30 – 03.00 WIB  tidur malam

“Mencintai dan mengasihi anak yatim merupakan amanah nabi Muhamad SAW, dan janji Allah SWT  pada mereka yang membantu dan melindungi yatim Insya Allah akan kita rasakan bersama, baik di dunia dan di akhirat kelak”.tutur Kak Iman dengan senyum khasnya. :)

Belajar Berwirausaha Mandiri Sejak Dini

DSC_0307 DSC_0704

Manusia  yang mandiri bukan hanya mereka yang bekerja dan berseragam rapi, bukan hanya mereka yang bekerja di gedung-gedung ataupun yang sibuk bergelut dengan para relasi dan customer. Namun manusia  mandiri adalah mereka yang menghasilkan, mampu membantu meringankan beban hidup dirinya ataupun keluarganya, dan yang mau berusaha dengan cara yang halal.

Menjadi orang yang mandiri tidak sulit, asalkan memang kita telah menanamkan niat dan tekad yang kuat untuk menjadi manusia yang mandiri. Tentu saja niat tidak akan cukup, niat harus-lah diikuti dengan bentuk aksi yang nyata. Ingat, tidak harus menjadi pegawai kantoran untuk disebut sebagai orang yang mandiri.

Begitu juga yang di lakukan oleh adik-adik di pondok YSP. Mereka rela meninggalkan orang tua, keluarga dan sanak saudara di kampung halaman selama ber tahun-tahun demi menuntut ilmu di tanah orang. Karena jauh dari orang tua mereka, otomatis mereka harus belajar mandiri untuk menjalani kehidupan demi masa depannya.

Di pondok YSP mereka tidak hanya di ajarkan pendidikan agama dan materi semata. Namun mereka juga di ajarkan untuk belajar berwirausaha sejak dini. Dengan begitu ketika mereka telah keluar dari bangku sekolah, mereka telah terlatih karena sudah terbiasa dan mereka juga tidak akan merasa kesulitan untuk menghadapi dunia kerja yang kata orang sangatlah “kejam” karena penuh dengan berbagai kesulitan.

Tahun 2014 ini, di pondok YSP terdapat 7 orang adik-adik YSP yang akan mengikuti ujian nasional. 4 di antaranya telah mengikuti ujian nasional SMA yaitu Nendah, Kamelia, Anisah, dan Hasnawaty . dan yang sebentar lagi akan mengikuti ujian di bangku sekolah dasar ada 3 orang yaitu ade irfani, adib al jasuny dan deltani safitri.

Adik-adik yang akan menghadapi ujian sekolah dasar di antaranya laki-laki tengah di persiapkan untuk masuk pesantren agar memiliki pembinaan agama yang bagus dan lebih mendalami. Sementara Kakak-kakak  yang telah mengikuti ujian nasional SMA, kini tidak ada kegiatan yang mereka lakukan di rumah sambil menunggu hasil kelulusan. Mereka lalu di persiapkan untuk mempersiapkan keuangan untuk masa depan(lanjutan pendidikan) mereka, dengan cara memfokuskan diri pada satu kegiatan. Dan ke empat anak tersebut memilih untuk fokus berwirausaha di usaha laundry yang telah di bangun.

Banyak hal yang mereka lakukan untuk memajukan usaha laundry di antaranya adalah memberikan promo khusus bulan MEI yaitu promo“Keluarga Ceria” . di mana berbagai penawaran menarik di berikan di antaranya :

  • Setiap mencuci 10 kg+ akan mendapat harga 5.000/kg dari harga normal 6.000/kg
  • Penyucian sesuai label baju
  • Garansi cuci setrika ulang jika kurang memuaskan
  • Buka setiap hari di 2 tempat
  • Ruko jl.angkasa puri (buka 08.00-17.30)
  • Jl.gandaria No.14 angkasa puri (buka 24 jam)
  • Anda bermitra dengan kami berarti anda bersedekah, terima kasih telah menjadi pelanggan kami.

“semoga apa yang telah mereka usahakan dan mereka rencanakan bisa berjalan sesuai dengan rencana dan hasil bisa memuaskan sesuai dengan keinginan mereka,karena usaha besar yang terwujud itu sesuai dengan impian besar yang kita ciptakan sendiri”.tutur Umi Tio selaku pembimbing sekaligus ibu untuk adik-adik pondok YSP.

Memperingati Hari Pahlawan Nasional “KARTINI DAY”

ibu kartini  kartini day2kartini day

Tanggal 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini.  R.A Kartini, pahlawan nasional yang memperjuangkan emansipasi wanita dan kesetaraan gender. Dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang (Door Duisternis Tot Licht), Kartini berjuang agar wanita mendapatkan persamaan hak dalam berbagai ranah kehidupan, khususnya pendidikan dan harus tetap menjunjung tinggi kodrat kewanitaannya.

Dan kini, entah siapa yang memulai dulu, Hari Kartini selalu diperingati dengan simbol-simbol kewanitaan, seperti pakaian baju daerah, parade baju daerah, lomba memasak, lomba busana, lomba merias. Hari Kartini hampir identik dengan pakaian daerah. Apalagi di sekolah-sekolah, dan kini merambah di perkantoran. Peringatan Hari Kartini hanya terbatas pada seremoni, tanpa menyentuh aspek substansi tentang makna emansipasi wanita.

Senin, 21 april 2014 merupakan hari bersejarah juga untuk adik-adik YSP yang masih duduk di bangku sekolah dasar karena di sekolah mereka di adakan “Kartini Day”. Mereka terlihat bahagia karena moment ini hanya di adakan sekali dalam setahun.

Berbagai persiapan pun di lakukan untuk menyambut hari ini, di mulai dari berpakaian adat, bermake up ria dan persiapan fisik. Setelah adzan shubuh berkumandang dan mereka melakukan sholat shubuh berjama’ah abah pun menjelaskan apa itu makna dari hari kartini, tujuan dan manfaat diadakan kegiatan tersebut.

“Kita memang harus memperingati hari kartini tetapi jangan lupa untuk memberi tahukan makna dan tujuan di adakan hari tersebut, karena terkadang sekolah tidak menyampaikan secara detail bahkan mereka tidak menjelaskan makna kartini kepada para siswa tetapi mereka hanya ikut meramaikan”, tutur Kak Iman yang merupakan Abah pondok YSP. :)

Saling Menolong Untuk Kebaikan

respect mak entin respect mak entin1

Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa bahwa hubungan seseorang dengan sesama dapat terlukis pada jalinan pergaulan, saling menolong dan persahabatan. Hubungan itu wajib terjalin dalam rangka mengharap ridha Allah Azza wa Jalla dan menjalankan ketaatan kepada-Nya. Itulah puncak kebahagiaan seorang hamba. Tidak ada kebahagiaan kecuali dengan mewujudkan hal tersebut, dan itulah kebaikan serta ketakwaan yang merupakan inti dari agama islam.

Hari libur adalah hari yang baik bagi kita untuk berbuat kebaikan dan berbagi dengan sesama, karna di hari ini kita memiliki waktu dan peluang yang lebih banyak dari hari biasa. Tanggal 9 april 2014 merupakan hari libur Nasional, karena di Negara kita ini di adakan pesta rakyat. Pesta yang di mana kita sebagai bangsa Indonesia berhak memilih pemimpin masa depan kita yang kelak akan membimbing dan menjaga Negara kita ini.

Sementara yang lain sibuk memilih ,adik-adik YSP yang respect mak entin2notabene nya masih duduk di bangku sekolah dan belum bisa ikut menyumbangkan suara di pemilihan ini, lebih memilih untuk lari pagi bersama-sama. Mereka lari pagi menuju pasar setan(pasar tidak terpakai) yaitu tempat yang di mana tinggal seorang Mak Entin. Mak Entin adalah seorang janda beranak 8 (delapan), namun kini beliau hidup sendiri karena suami dan anak-anaknya telah meninggal dunia. Pekerjaan Mak Entin sehari-hari adalah mengambil sampah di rumah-rumah mereka yang tinggal di komplek Angkasa Puri tempat adik-adik Ysp tinggal . dari situlah mereka mengenal Mak Entin dan selalu memperlakukan Mak Entin seperti ibu sendiri.

Dan pagi ini adik-adik Ysp tidak hanya ingin lari pagi tetapi mereka juga ingin membantu Mak Entin untuk mencari botol-botol minuman bekas. Mak entin senang bukan kepalang karena di kunjungi adik-adik YSP.

Ketika mereka hendak membantu Mak Entin justru bilang “jangan membantu, apa kalian gak malu berpakaian bagus dan cantik-cantik tapi mau berjalan di samping gerobak sampah Mak?” namun meskipun di larang adik-adik YSP tetap bersih keras ingin membantu dan mereka bilang “kenapa harus malu, memangnya ini bukan pekerjaan halal?” dan Mak Entin pun tidak sanggup untuk melarang mereka.

Sepanjang jalan mereka lalui dengan kebahagiaan dan canda tawa bersama. Tidak terasa semua sampah sudah di angkut dan kini waktunya pulang. Senyum kebahagiaan di wajah Mak Entin sangat hangat, begitu bahagianya hingga berulang kali mengucapkan terima kasih, Senyuman itu jangan kita biarkan menghilang dari wajah orang-orang yang hidup penuh perjuangan dan tantangan .

Yuuukkk….beramai-ramai mengukir senyuman di wajah Mak Entin yang lain, tanpa pandang bulu dan pandang suku :)

Entrepreneur Sukses Tak kan Pernah Menyerah

ternak lele ternak lele1

Usaha adalah segala aktivitas manusia dalam rangka memenuhi atau mencapai kebutuhan tertentu. Usaha adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh setiap manusia, karena tidak semua kebutuhan manusia dapat diperoleh tanpa usaha atau secara langsung.

Doa dan usaha sangat saling terkait satu sama yang lain dan saling mempengaruhi. Sehingga banyak  yang bilang  “doa tanpa usaha akan sia-sia, begitu juga usaha tanpa doa juga akan sia-sia pula”, karena manfaat doa begitu besar dalam kehidupan manusia. Dengan berdoa pun kita bisa lebih dekat dengan Allah SWT.

ternak lele

Banyak cara yang di lakukan oleh manusia di zaman sekarang ini,  di dalam berusaha dan belajar untuk menjalani kehidupan ini. Diantaranya seperti yang di lakukan oleh adik-adik YSP. Meskipun masih berusia sekolah namun mereka telah di didik untuk menjadi entrepreneur yang sukses. Beberapa usaha telah mereka coba di antaranya berdagang, membuka usaha laundry dan sekarang mereka sedang mencoba terjun ke dunia perikanan yaitu  Beternak Lele Dengan Kolam Terpal.Pilihan untuk  membuka usaha beternak lele memang tidak begitu sulit dan terasa  mudah. Namun  ketika bibit lele YSP di kumpulkan  dan sedang dalam proses pembuatan kolam, musibah datang menimpa usaha tersebut. Tiba-tiba hujan deras dan banjir pada tanggal 29 maret 2014 lalu menghanyutkan seluruh bibit lele yang berjumlah 8.000 ekor.Tidak ada yang bisa di selamatkan karena pada saat itu semua sibuk meyelamatkan dan merapikan harta benda.  Meskipun musibah telah datang dan mengahadang di awal usaha namun  mereka tetap istiqomah untuk melanjutkan budidaya ikan  lele. Alhamdulillah kini kolamnya telah jadi dan siap di huni oleh penghuni baru.

Mengapa budidaya lele ini yang di pilih oleh adik-adik YSP untuk  berwirausaha? Mari kita simak ungkapan A’Ifan yang mengelola  budidaya lele adik-adik YSP.

Banyak sekali keuntungan yang kami yakin akan di peroleh dari budidaya lele ini, “Jadi ya tidak perlu lagi adik-adik YSP ragu di dalam memilih untuk beternak ikan  lele ini”.  Keuntungan nya seperti  :

  • Adik-adik  YSP menyukai ikan lele
  • Ikan lele lebih cepat besar di banding ikan air tawar lainnya
  • Hanya dalam waktu 3 bulan ikan lele sudah dapat di pasarkan
  • Harganya lumayan menarik yaitu 15.000 hingga 20.000/kg

“insya allah jika di jalani dengan tekun, istiqomah dan doa segala sesuatu yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang maksimal sesuai dengan impian kita.” ujar  Kak Iman yang merupakan pengasuh pondok YSP.

Belajar Menjadi Entrepreneur Sejak Dini

laundry3 laundry  laundry4 laundry5

Wirausaha  itu merupakan keberanian seseorang untuk melihat suatu peluang dalam bisnis dan kemudian menggabungkan dengan sumber daya alam yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang tepat dan tentunya mendapatkan keuntungan dalam rangka mencapai suatu keberhasilan.

Banyak kegiatan usaha yang bisa kita bangun di kehidupan kita, hanya saja bagaimana kita melihat peluang bisnis yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal kita. Seperti yang di lakukan oleh adik-adik pondok YSP. Mereka selalu berusaha mencari peluang bisnis yang ada di lingkungan, lalu mengikuti perkembangan dan menerapkannya.

Usia mereka yang masih belajar dan berada di bangku sekolah tak menghalangi mereka untuk menjadi seorang wirausaha. Mereka belajar mandiri untuk membangun dan belajar menjadi seorang entrepreneur sejati. Berbagai usaha bisnis telah mereka coba.

laundry2Kini  Bisnis yang sedang mereka jalankan adalah laundry kiloan. Semua kegiatan ini mereka kerjakan sendiri tanpa bantuan orang tua (abah dan umi). Kenapa bisinis laundry yang di pilih oleh mereka? Itu di dikarenakan bisnis laundry sangat laris di lingkungan tempat tinggal mereka. Mengingat pondok YSP berada di komplek perumahan yang  hampir seluruh warga perumahannya adalah orang-orang sibuk seperti mahasiswa, orang kantoran, dan juga anak kost. mereka pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini, Karena bisnis laundry ini semakin banyak dan semakin bermacam-macam layanannya. Bahkan, ada yang menawarkan untuk menjemput pakaian yang akan dilaundry.

pelayanan yang di berikan oleh adik-adik YSP di antaranya :

  • Barang laundry bisa di jemput dan di antarkan
  • Dengan bermitra bersama mereka maka anda telah berinfaq untuk adik-adik YSP
  • Harga terjangkau

“Saya senang anak-anak saya belajar berusaha dan mandiri sejak kecil, dengan begitu ketika mereka terjun ke dunia usaha mereka sudah terbiasa dan tinggal menjalani. Tidak ada kebingungan yang di alami. Tugas saya hanya mendidik mereka,memberi dukungan, serta memberikan masukan dan tentunya modal untuk mereka usaha.” kata Kak Iman dengan Bangga.

Moment Yang Tak Terlupakan Saat Bersama

sayur sayur2sayur1

Hari libur merupakan hari yang di tunggu-tunggu oleh semua anak sekolah. Karena liburan merupakan waktu anak-anak melepaskan rasa jenuh yang mereka rasakan selama dalam proses belajar mengajar di sekolah. Berbicara liburan ternyata mengundang banyak mengundang  banyak cerita. Bahkan setiap orang bahkan berlomba-lomba menceritakan cerita liburan mereka yang seru. Pastinya di setiap liburan aka nada cerita liburan yang menarik dan seru  untuk di ceritakan dan menjadi kenangan manis yang tak terlupakan.

Senin,31 maret 2014 merupakan hari yang menyenangkan untuk adik-adik YSP karena  hari ini merupakan liburan sekolah nasional. Liburan yang hanya sehari ini di manfaatkan dengan sebaik mungkin oleh mereka. Banyak cerita dan catatan yang mereka goreskan dalam kebersamaan di hari ini.

Ketika pagi menjelang, mereka segera beraktifitas sebagaimana biasanya sesuai dengan tugas dan kewajiban masing-masing. Lalu mereka menyiapkan dan merapikan keperluan untuk diri sendiri. Ketika sore datang menyapa Kak Hazna dan Kak Delta lalu memanen sayuran kangkung dan bayam hasil buah tangan anak-anak YSP yang belajar bertani menggunakan hidroponik.

main3 main2 main

Sambil menunggu kakak yang sedang memanen sayuran, adik-adik yang lain mengisi kebersamaan di sore ini dengan bermain games bersama di halaman depan rumah yang sempit. Senyum ceria dan canda tawa terdengar begitu  bahagia dan menyenangkan.

Setelah selesai memanen dan puas bermain adik-adik YSP di traktir makan baso oleh abah dan umi sebagai hadiah berpuasa senin-kamis. Dan waktu magrib pun datang menjemput, adik-adik  bergegas sholat magrib berjama’ah  dan ngaji bersama di pondok tercinta YSP.

“Bahagia itu ketika kita bisa melihat mereka tersenyum bahagia, bermain, dan tertawa bersama.semua ini akan menjadi suatu cerita yang menarik ketika mereka telah menjadi orang sukses karena kebersamaan yang di miliki oleh mereka belum tentu di miliki oleh orang lain dan tidak bisa di gantikan dengan apapun itu.” Tutur Kak Riana yang merupakan Kakak pendamping di Pondok YSP.

Kamis yang Penuh Berkah

Puasa adalah amalan yang sangat utama. Dengan puasa seseorang akan terlepas dari berbagai godaan syahwat di dunia dan terlepas dari siksa neraka di akhirat. Puasa pun ada yang diwajibkan dan ada yang disunnahkan. Setelah kita menunaikan yang wajib, maka alangkah bagusnya kita bisa menyempurnakannya dengan amalan yang sunnah.

Kamis, 27 Maret 2014 Seperti biasanya anak-anak YSP wajib melakukan puasa sunnah senin-kamis. Puasa senin kamis ini memang selalu mereka lakukan, karena mereka yakin puasa senin kamis itu bisa menyehatkan tubuh mereka dan hal yang paling menyenangkan adalah saat mereka berbuka puasa bersama-sama seluruh keluarga pondok YSP. Tapi ada yang berbeda untuk puasa  kali ini, karena kak Iman (abah :panggilan kesayangan anak YSP) sedang berada di Pontianak untuk menghibur dan memberikan motivasi untuk adik-adk yang berada disana. Tetapi rasa sedih mereka terobati, karena umi hari ini membuat menu khusus yang sangat istimewa untuk  berbuka puasa yang sangat enak dan merupakan makanan favorit anak-anak YSP yaitu “soto betawi”.  Saat adzan berkumandang, mereka langsung berkumpul diruang tengah untuk berbuka puasa dan menikmati semua menu makanan yang telah di sediakan .

“puasa kali ini ada senangnya ada juga sedihnya. Sedihnya kita buka puasa kurang lengkap karena ga ada abah, tapi rasa sedih  kita terobati karena umi masakin makanan favorit kita dan juga kita bisa berkumpul untuk makan bersama kakak dan adik-adik  YSP” Ucap Hasna salah satu anak YSP.

” Indahnya Belajar Berbagi Dari Sang Adik”   

abil abil3abil2

Ilmu adalah Sesuatu Anugrah dari TUHAN Sang Pencipta. Namun Kita harus menggalinya dengan kerja keras dan usaha serta kemauan. Contoh mencari ilmu yaitu  dengan cara Sekolah, Kuliah, mencari pengalaman dalam hidup dan lain-lain. Namun tidak ada salahnya ketika kita telah memiliki ilmu lalu berbagi Ilmu yang kita miliki tanpa pamrih kepada orang lain.

Dalam ajaran agama kita yaitu islam, kita juga sangat di anjurkan untuk berbagi ketika memiliki ilmu walaupun hanya sedikit yang kita miliki seperti yang terdapat dalam hadist riwayat bukhori Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.

Kisah siang YSP “Belajar dari si kecil yang berbagi ilmu

Di pondok YSP ada 2 adik kecil yang bungsu yaitu abil dan paris. Abil adalah adik yang berusia 4 tahun yang kini sedang memasuki masa “ingin tahu”, sedangkan paris adalah bayi kecil berusia 18 bulan  yang kini sedang “belajar berbicara”.

Rabu, 26/3/2014, di siang hari ketika sedang bermain Abil bertanya pada kakak nya dengan mimik serius dan ingin tahu. “ ka, itu pohon apa, ciptaan siapa? Lalu kakaknya menjawab “itu pisang de, allah yang ciptakan”. Ketika sore hari Abil menemani  Paris bermain di halaman depan YSP, dia lalu mengajari Paris naik sepeda meskipun Paris belum bisa berjalan dengan baik. Saat tengah bermain Abil menunjuk ke arah pohon pisang tetangga dan bilang dengan suara cadelnya  ” lis itu namanya pohon picang, kata kakak itu ciptaan alloh”, Paris yang belum bisa ngmong cuma bilang “yayaya”.

Subhanallah…meskipun masih  kecil dan  baru mndapat ilmu di siang hari, Abil tak ingin untuk dirinya sendiri, namun ia berbagi dengan adiknya. Ini tentu  menjadi contoh bagi kita semua terutama bagi kakaknya yang berada di YSP untuk selalu berbagi pengetahuan yang dimiliki agar bisa bermanfaat bagi orang lain.

“teruslah belajar dan berusaha ingin tahu adikku, ku yakin suatu saat engkau akan menjadi anak yang cerdas dengan segala pengetahuan mu” ucap ka Riana dengan bangga.

Bahagianya Berhijrah Di Usia Dini

unen kece unen mimpi

Hijrah berarti pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain guna mendapatkan ilmu dan mempertahankan aqidah. Seperti firman Allah, “Barangsiapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak”. (An-Nisa: 100).Hijrah merupakan ujian dan cobaan, karena setiap orang yang hidup pasti akan mendapatkan suatu cobaan. Meninggalkan harta, keluarga, sanak famili dan tempat tinggal merupakan cobaan yang sangat berat, apalagi tempat yang dituju masih mengambang, sangat tidak bisa dibayangkan akan kerasnya ujian dan cobaan yang akan dihadapi.untuk itulah allah swt mengatakan bahwa pahala orang berhijrah itu sama dengan pahala orang berjihad. Ada 2 jenis hijrah dalam kehidupan modern ini yaitu pertama berhijrah karena kemauan dan yang ke 2 yaitu karena paksaan atau keadaan.

Pada tahun 2010 pilihan berhijrah karena paksaan juga jatuh pada  adik kita Uneidi, atau biasa di sapa akrab “Unen”, meskipun masih berusia sangat muda pada waktu itu yaitu 7 tahun, namun ia di paksa untuk berani meninggalkan kampung halaman,  jauh dari orang tua demi meraih cita-citanya yang tinggi.

Unen berasal dari Labuan Banten, ia  merupakan  anak ke 2 dari 3 bersaudara. Ia adalah seorang anak yatim karena ayahnya telah meninggal dunia ketika ia berusia dini, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga pembuat atap rumbia. Penghasilan dari atap rumbia ini di zaman yang semakin modern tentu tidaklah cukup untuk menghidupi ketiga putra dan putrinya.

Kondisi ekonomi keluarga yang seperti ini, membuat ibunya berpikir bagaimana caranya agar Unen bisa melanjutkan sekolah dan meraih mimpi masa depannya yang tinggi. Berkat bantuan pamannya Yanto, yang merupakan seorang relawan, ibunya dan Unen bisa bertemu dengan Kak Iman Surahman dan tinggal di YSP. Tahun-tahun pertama tinggal di YSP   sangatlah berat bagi Unen sang petualang  kecil , karena ia masih membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya. Dan juga ia harus beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya yang baru.

Di tempat yang baru ini, Unen merasa seperti orang asing, ia selalu menangis minta pulang dan ingin bertemu ibu dan keluarganya.  Ketika ia di antar oleh keluarganya, mereka harus pulang jam 2 dini hari di saat ia terlelap tidur, agar ia tidak menangis. Namun, ketika pagi ia terbangun ia menangis meraung-raung mencari sosok ibu yang ia sayang. Bahkan ia lari  mencari ibunya dan membuat  panik seluruh  penghuni YSP untuk mencarinya. Ia berlari tak tentu arah namun sosok ibu yang dicari tak di temukan, ketika ia lelah ia lalu kembali ke pondok YSP karena ia tahu hanya mereka yang mengenalnya di kota yang luas ini. Kepulangannya membuat lega semua orang.

Unen hanya bisa diam membisu ketika kembali, setiap orang di YSP selalu mengajaknya berbicara,bercanda dan bermain,  namun hanya tatapan yang dia berikan. Melamun adalah kegiatan sehari-harinya.Setiap orang selalu bertanya ada apa dengan Unen? Namun tak ada yang bisa menemukan jawabannya. Lalu kak Iman yang memang sangat dekat dengan dunia anak-anak mengajaknya berbicara,di situlah Unen mengungkapkan isi hatinya, ternyata  Unen selain sedih karena di tinggal ibunya, ia juga tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar sehingga ia tidak memiliki rasa percaya diri untuk berkomunikasi.

Bahasa yang di gunakan di YSP adalah bahasa Indonesia dan inggris, sedangkan uneidi dari kampungnya di pesisir pulau Banten hanya mengerti 1 bahasa yaitu Bahasa Sunda. Seiring berjalannya waktu,  berkat bantuan dan bimbingan Abah dan Umi serta kakak-kakak yang tinggal di YSP, Unen mampu beradaptasi dengan lingkungan dengan sangat cepat, serta bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Ia bisa bermain, tertawa dan belajar mengikuti perubahan. Bahkan ia seperti menyatu dan telah memiliki keluarga baru yang bahagia di YSP.

Rasa betah Unen ini pernah ia ungkapkan ketika liburan, di saat semua anak YSP  bahagia karena akan liburan idul fitri dan bisa pulang bertemu dengan keluarga namun Unen justru meminta untuk tetap berlibur di sini. Kemudian Abah menasehatinya bahwa sekalipun ia telah bahagia dan betah berada di sini serta memiliki keluarga baru, ia harus tetap pulang karena di pesisir pulau sana keluarganya sangat merindukannya. Ia lalu pulang dengan membawa oleh-oleh baju lebaran untuk kakak dan adiknya,senyumnya tak pernah lepas dari wajahnya.

Kini,  4 tahun sudah ia tinggal di pondok YSP, banyak perubahan dan ilmu yang ia dapatkan di sini, banyak pula cerita menarik dan liku hidup yang ia lewati meskipun masih kecil. Semua pengalaman dulu, kini  menjadi cerita manis pengundang tawa. Unen yang sekarang faseh berbahasa Indonesia dan telah duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar, ia pun kini telah belajar menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari.

“teruslah berjuang meraih mimpi masa depanmu anakku,jangan pernah letih dan lelah di dalam belajar, karena mimpimu akan semakin dekat dan menjadi nyata ketika kamu memperjuangkannya nasehat Kak Iman Surahman yang merupakan Abah di pondok YSP.

Keep our dream alive, and we will survive (5 cm)

(18/03/kak Nana/2014)

Asyiknya Belajar Bercocok Tanam

942207_607618975965359_1672397431_n 1426701_607618125965444_87407850_n

Bekasi – Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri.

Hidroponik merupakan metode bercocok tanam atau budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan dengan menggunakan media selain tanah seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai pengganti media tanah. Pada media tersebut di larutkan nutrisi hidroponik yang merupakan campuran bahan kimia yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman hidroponik.

hidroponikKota Bekasi merupakan salah satu kota besar yang ada di pinggiran kota Jakarta. Seperti halnya kehidupan di kota besar lain, pesatnya perkembangan penduduk menyebabkan banyak sekali rumah penduduk yang  tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam atau kebun keluarga di rumah. Sedangkan kebutuhan pokok dan makanan semakin hari semakin meningkat.

Pondok Yatim Seribu Pulau (YSP) berada di tengah-tengah kota Bekasi yang padat penduduknya, sehingga anak-anak di YSP tidak memiliki lahan untuk bermain dan berkreasi. Menyikapi hal itu Kak Iman Surahman sebagai ayah dari 15 anak di pondok tersebut, yang mengetahui betapa bermanfaatnya hidroponik di kehidupan masyarakat kota besar mengajarkan anak-anaknya untuk bercocok tanam dirumah dengan memakai hidroponik, banyak tanaman sayuran yang mereka tanam dan bisa di petik. Hidroponik ini selain bermanfaat untuk membantu mengurangi kebutuhan dapur juga bisa membuat anak-anak YSP bermain sambil belajar dengan menyenangkan.

“Senang banget punya tanaman hidroponik di rumah, jadinya kita bisa belajar menanam tanaman terus bisa makan sendiri, kan rasanya beda kalau makan hasil menanam sendiri, ” kata Anisah salah satu anak YSP.

Perjalanan Si Anak Rantau Mengejar Mimpi

DSC_0410

Bekasi – Syair yang diadaptasi dari bait-bait Imam Syafi’I, banyak sekali mereka yang berhasil meraih mimpinya di tanah rantau. Dari penuturan Imam Syafi’i tersebut dengan jelas dapat kita ketahui bahwa ada banyak hal yang musti didapat oleh perantau. Paling tidak ada lima keutamaan yang akan kita alami dan kita rasakan pahit manisnya kehidupan ini di antaranya :  melipur duka, memulai penghidupan baru, memperkaya budi, pergaulan yang terpuji, dan meluaskan ilmu.

Dulu, tepatnya tahun 2009 seorang anak dari pedalaman NTT, tepatnya dari  desa oe ekam bernama Hasnawaty Manu, dengan hanya berbekal tekad dan doa dari keluarga bibi, ia merantau ke tanah Jawa untuk menuntut ilmu, ia merupakan anak yatim piatu dari pasangan alm.husein manu dan almh.Hamidah. Perjalanan selama 4 hari di atas kapal laut AWU dari Kupang menuju Surabaya,  lalu di lanjutkan dengan Bus selama sehari semalam pun di jalaninya dengan penuh kegembiraan karena ia tau bahwa ia datang ke tanah Jawa untuk menjemput kebahagiaan masa depan yang cerah.

Ia datang ditemani oleh seorang ustad dari kampungnya yaitu ustad Hasan dan juga seorang teman yang hendak menuntut ilmu dan mendalami kehidupan islam di Jakarta bernama Riana.

Layaknya anak-anak desa yang lain jika pertama kali datang ke Jakarta banyak kejadian-kejadian norak dan lucu yang di alaminya. Seperti, pertama kali melihat gedung bertingkat tinggi, menyalakan AC, alat pengering tangan dll.

Dan sekarang 5 tahun sudah semua cerita itu telah berlalu. Kenangan itu di jadikan cerita untuk menghibur orang lain dan juga sebagai motivasi untuk anak-anak yang lain. Kini Hasnawaty sudah duduk di bangku SMA kelas III, yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional. Ia tinggal di YSP (Yatim Seribu Pulau), bersama dengan teman-temannya yang berasal dari daerah lain. Mereka semua bersama merajut asa untuk  masa depan yang cerah.

“aku bahagia bisa berada di sini, karena di sini aku merasa memiliki keluarga yang sesungguhnya,yang mampu menyayangi,membimbing dan mengajarkan aku mandiri” ucap Hasna dengan bangganya.

(07/03/Kak Nana/14)

Rekreasi pondok YSP

DSC_0674 DSC_0676

Rekreasi adalah salah satu kegiatan yang di lakukan seseorang ketika memiliki waktu luang untuk menyegarkan kembali pikiran badan serta merefresh kembali otak atau juga sebagai hiburan setelah menjalani berbagai rutinitas yang menjenuhkan.

Anak-anak YSP pun setiap harinya melakukan rutinitas menimba ilmu nya di sekolah  dan juga melakukan berbagai kegiatan rutin lainnya. Dan terkadang mereka membutuhkan rekreasi  untuk menyegarkan kembali pikiran, badannya dan juga mereka membutuhkan hiburan yang tidak membuat mereka bosan dan jenuh di dalam menjalani aktivitas di pondok tercinta.

Seperti yang kita lihat pada liburan kali ini, wajah anak YSP tersenyum ceria dan bahagia, serasa semua beban terlepas dengan begitu saja ketika mereka tengah menikmati liburan kenaikan kelas bersama abah “kak Iman Surahman” dan umi “bunda Ery setyowaty” di Gunung Salak.

Mereka bahagia bisa berlibur bersama, karena abah meluangkan waktu untuk berlibur di tengah-tengah kesibukan beliau. Yang lebih hebat nya,  mereka merencanakan liburan sejak jauh-jauh hari dan mereka juga mengumpulkan uang dari hasil kerja keras dan usaha mereka berwirausaha di hari libur seperti laundry dan berjualan tutut di hari minggu.

Banyak kegiatan yang mereka lakukan di liburan ini  yaitu seperti Tafakur alam, bermain, mengenal dan berinteraksi langsung dengan alam dll. Semua kegiatan yang di lakukan di sana pun yang bermanfaat

“saya senang meluangkan waktu  berlibur bersama anak-anak, karena dengan begitu kebersamaan kami tetap terjalin harmonis dan juga anak-anak bisa belajar banyak dari liburan kali ini , mereka tidak hanya belajar berwirausaha saja, tetapi mereka juga belajar memanfaatkan waktu liburan dengan menambah ilmu tidak hanya membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna.” Tutur kak Iman sebagai abah di Pondok YSP.

Waktu untuk keluarga sangatlah berharga, terlebih jika kita memiliki kesibukan tinggi. Menghabiskan waktu bersama keluarga mungkin terdengar sepele, tetapi kenyataannya hal tersebut memiliki banyak manfaat. Salah satunya yaitu tetap terjalin komunikasi yang harmonis. Sering menghabiskan waktu bersama keluarga pun dapat mendekatkan diri sehingga terciptalah keluarga harmonis.

Bahagia banget kita bisa jalan-jalan sama abah, rasanya semua stres hilang sekejap waktu kita lagi happy-happy bareng, tutur kak ainun, kakak YSP.

(28/02/kak Nana/14)

Nikmatnya Puasa Senin-kamis Bersama

DSC_0096

Bekasi – Puasa senin-kamis adalah puasa yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana sabda Rasulullah saw dari Abu Hurairah:“

Bahwasannya Rasulullah saw adalah orang yg paling banyak berpuasa di hari senin-kamis Ketika ditanya alasannya,Rasulullah bersabda: sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari senin dan kamis,maka ALLAH akan mengampuni dosa setiap orang muslim/orang mukmin, Kecuali dua orang yang bermusuhan. Maka ALLAH berfirman:Tangguhkan keduanya.'(HR.Ahmad)

Rasulullah sangat menganjurkan kepada umatnya untuk melaksanakan puasa senin-kamis.Disamping Nabi menganjurkan,Nabi sendiri mengerjakan nya. Hal ini dapat terungkap lewat sebuah hadits dari Aisyah binti Abi Bakaq.“Um-mul Mukminin Aisyah berkata: “NABI MUHAMMAD SWT sangat antusias dan senang melaksanakan puasa senin dan kamis”.(HR.Turmuji,Nasai dan Ibnu Majah) .  Dihari senin adalah hari kehadiran manusia yang paling sempurna yang diutus oleh ALLAH SWT .

Kamis 27/02/2014 adalah hari yang sangat istimewa untuk anak-anak YSP, karena di hari ini mereka semua menjalankan ibadah puasa sunah senin-kamis bersama-sama. Adik-adik yang masih kecil seperti Unen,Ila ,Adib dan Ivan pun tak ingin ketinggalan, mereka ikut bangun menjalankan sholat tahajud dan makan sahur bersama-sama. Meskipun setiap hari mereka susah untuk bangun di waktu tahajud. Namun  pagi ini dengan semangat  dan antusias mereka bangun dan ikut melaksanakan aktivitas hari kamis.

“aku ingin seperti kakak-kakak yang selalu menjalin kebersamaan dengan puasa bersama, aku juga pingin mendapat pahala surga dari Allah swt” jawab Ivan ketika di tanya mengapa mereka begitu semangat ingin ikut puasa bersama kakak-kakak nya .

Subhanallah….ternyata manfaat puasa senin-kamis itu  tidak hanya memberikan pahala dan menghapus dosa namun mampu membuat kebersamaan di lingkungan kita terjalin dengan baik.dan sangat bermanfaat bagi kita semua. Untuk itu mari kita semua menjalankan ibadah puasa sunah yang satu ini agar mendapat pahala dan tetap menjalin kebersamaan dan hubungan kekeluargaan.

(27/02/Kak Nana/2014)

SENYUM MANIS MALAIKAT KECIL PONDOK YSP

IMG_20140226_082618 IMG_20140226_082928

Bekasi – Manusia adalah makhluk yang selalu membutuhkan kasih sayang. Kasih sayang bak pelita bagi hati. Barangsiapa yang mencintai dirinya dan ingin dicintai orang lain maka ia harus menghidupkan perasaan kasih sayang dalam dirinya. Kasih sayang memberikan pengaruh timbal balik dalam hubungan antara orang tua dan anak .

Orang tua sebagai pembimbing awal anak-anak harus memperhatikan,apakah kasih sayang sudah terpenuhi dengan baik untuk anak-anaknya? karena kasih sayang merupakan pilar dan pondasi dalam dunia  pendidikan. Ketika kasih sayang terpenuhi dengan baik maka akan terwujud ketenangan jiwa, perasaan aman, percaya diri, dan timbulnya kepercayaan kepada orang tua.

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Al Imran: 138). Jadi, hubungan antar sesama manusia, khususnya anak-anak harus dibangun berdasarkan bahasa cinta dan kasih sayang. Dunia pendidikan akan sukses dan makmur kalau pelbagai jenjangnya ditempuh dengan irama keharmonisan.

Setiap anak kecil membutuhkan perhatian dan membutuhkan kasih sayang dari orang tua kandungnya, namun berbeda dengan adik kita “PARIS MAULANA AKBAR ”.yang berasal dari Kampung kecil Logodor, Pangandaran. Sejak berusia 6 bulan ia harus berpisah dengan orang tua nya karena factor keluarga. dan tinggal di pondok YSP. Dia datang dengan senyuman yang masih polos dan belum mengerti tentang arti kehidupan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Di pondok YSP dia mendapatkan kasih sayang yang luar biasa dari Kakak-kakak, umi, Abah serta Uwa yang mengasuhnya, sehingga dia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kini ia telah menjadi seorang anak kecil berusia 16 BULAN yang pandai dan cerdas, serta mulai aktif dan tanggap dalam kehidupan sehari-hari. Dia senang berekpresi lucu, selalu tersenyum ceria  yang menggemaskan. Senyum itu tak pernah hilang dari wajahnya membuat semua orang sangat menyayanginya. Hobi nya adalah bermain bola dan menggoda kakak-kakaknya.

Tetap tersenyum adikku, kehidupan ini masih harus di jalani, kasih sayang kami tak kan pernah habis untukmu , tutur Kak Hasna salah satu kakak di pondok YSP.

(26/02/Kak Nana/14)

YSP TAKE AYO BERMAIN MNC TV

DSC_0287 DSC_0328 DSC_0383 DSC_0400 DSC_0431 DSC_0434 DSC_0449 DSC_0544

YSPnews – Kamis (25/09/2013) alhamdulilah keluarga besar dari Yatim Seribu Pulau di ajak untuk beraksi di acara Ayo Bermain di salah satu stasiun televisi swasta. Ternyata yang terpilih jadi bintang utamanya adalah 5 orang dari anak YSP tersebut. Diantarannya, Adib, Aqila, Unaidi, Irpan, dan Delta. Hari pertama diawali dengan mereka berjalan ke kebun bayam dan membantu Bapak dan Ibu petani yang sedang mencabuti bayam. Mereka sangat senang bermain di kebun dan membantu mencabuti bayam. Sambil mencabuti bayam mereka bertanya kepada si Bapak tentang tanaman bayam tersebut. Karena hari sudah mulai sore, Take pengambilan dilanjutankan di hari esoknya. Hari selanjutnya di lanjutkan di basecame Dongeng Ceria sekaligus rumah dari anak-anak YSP. Kak Iman pun ikut mendongeng untuk meramaikan acara tersebut. Setelah Kak Iman mendongeng, anak-anak melakukan pengambilan gambar saat bermain di luar rumah bersama teman-teman YSP yang lain. Keceriaan sangat terlihat saat mereka di suruh beracting di depan kamera. Sungguh pengalaman yang paling menyenangkan bagi mereka bisa beracting di depan kamera video. Pengambilan take pun selesai menjelang magrib. Walaupun sangat lelah, tapi mereka senang bisa ikut bermain untuk acara tersebut. Acara mereka akan di tayangkan di MNC TV tanggal 13 oktober 2013 jam 06.30 wib.

Liburan Yatim Seribu Pulau

DSC_0375 DSC_0433 DSC_0473 DSC_0526 DSC_0571 DSC_0684 DSC_0738 DSC_0739

Kamis (27/06/2013) Kak Iman surahman dan keluarga  mengadakan liburan untuk anak-anak YSP (Yatim Seribu Pulau) yang di asuhnya ke Gunung Bunder Bogor Jawa Barat.

Diawali dengan bismillah Kak Iman dan anak-anak YSP berangkat dari rumah pada pukul 14.00. mereka berangkat menggunakan mobil pick up dan sedan Dongeng Ceria managemant. Sesampainya disana pukul 15.15, mereka langsung berfoto bersama dan setalah itu istirahat sejenak. Adzan magrib pun berkumandang, mereka pun bersiap untuk sholat magrib berjamaah. Setelah selesai sholat mereka membaca surat al fatihah dan di lanjutkan dengan surat yasin sambil menunggu datangnya waktu isya. Adzan isya pun berkumandang mereka bersiap untuk kembali sholat isya berjamaah. Setelah sholat isya mereka pun bergegas membuat api unggun dan mengembil jagung yang mereka bawa dari rumah untuk di bakar. Sehabis membuat api unggun mereka bergegas untuk tidur. pada pukul 02.30 mereka pun bangun untuk sholat tahajud dan di lanjutka membaca surat al- waqiah sambil menunggu solat subuh. setelah sholat subuh mereka pergi untuk jalan-jalan, tapi sebelum mereka jalan-jalan mereka pemnasan dahulu. setelah jalan-jalan pagi mereka pun sarapan pagi dahulu. Sehabis sarapan pagi mereka berencana untuk mendaki gunung seribu, dan mereka pun pergi untuk mendaki gunung tersebut. Sungguh pengalaman baru buat mereka. sehabis mereka mendaki mereka kembali ke villa untuk beristirahat. Selama beristirahat Kak Iman membuat games untuk anak-anak YSP. Waktu sdah menunjukan pukul 14.00 sebelum mereka kembali ke rumah, mereka bermain di air terjun curug ngumpet. setelah bermain air di curug ngumpet, mereka bergegas bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Sungguh menyenangkan liburan kali ini bisa menikmati keindahan alam dan udara dingin pegunungan.

Jakarta: Dunia anak tak pernah lepas dari kehidupan Iman Surahman. Pria yang pandai mendongeng ini pernah menjadi relawan di lokasi bencana pada salah satu lembaga sosial.

Dongeng yang bertujuan mendidik sambil menghibur anak korban bencana ini ternyata juga mengetuk pintu hatinya untuk lebih memperhatikan kebutuhan anak yang perlu kasih sayang.

Ia, bersama sang istri tercinta, Eri Setiowati, kini mendirikan majelis cilik bernama Rohmatul Mawaddah di kediamannya di Bekasi, Jawa Barat. Sebulan sekali, ratusan anak usia TK hingga SMP di Jakarta Timur, Depok, dan sekitarnya berkumpul di majelisnya. Menurut Iman, majelis tersebut bertujuan menjadi wadah menuangkan keluh-kesah para anak yang membutuhkan pengambangan diri.

“Kegiatan ini juga sebagai alternatif dari game online, yang sifatnya tidak mendidik,” ujar Iman, “Diadakan malam Minggu karena jangka panjangnya, agar selepas remaja, mereka terbiasa menghabiskan tempat terbaiknya di malam Minggu di majelis cilik ini.”

Meski pernikahannya dikaruniai tiga buah hati, Iman mempersilakan belasan anak yatim untuk menjadi bagian dari keluarganya. Kebanyakan mereka berasal dari daerah terpencil yang ia kunjungi saat mendongeng, seperti Pulau Tunda, Untung Jawa, bahkan Timor. Kini telah 15 anak yang disekolahkannya sejak 2005. “Ikrarnya sampai SMA. Tapi praktiknya ada empat anak yang sudah kuliah. Satu sudah diwisuda. Rezeki mereka ada terus,” kata Iman.

Dalam sebulan, dana Rp 11 juta hingga Rp 15 juta harus dikeluarkan untuk biaya hidup mereka. Tak hanya itu, anak-anak yatim ini juga diberikan uang transportasi pulang dua kali dalam setahun. Untuk mendidik anak asuhnya dalam berwiraswasta, ia pun membuka usaha laundry yang dikelola anak-anak binaannya. Hal ini bertujuan agar anak asuhnya memiliki sikap tanggung jawab saat mereka melangkah ke dunia kerja.

Sementara, menurut anak asuh Iman, Camelia, dirinya merasa bahagia dapat belajar di Majelis Cilik ini. Ia mengaku masa depannya akan suram bila tidak bertemu dengan pria kelahiran Kuningan 27 Semptember 1976 tersebut.

“Di sini diajari mengaji, tahajud, bahasa Inggris. Senang, banyak teman, keluarga. Kalau gak sekolah sama Kak Iman, mungkin saya tidak sekolah dan kuliah,” ungkap gadis asal Banten ini. Sumber :Liputan6.com

CHATTING WITH YM

3103 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*